Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Polusi Ancam Kelompok Rentan
PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali menunjukkan kondisi mengkhawatirkan pada Rabu (7/10/2026). Berdasarkan grafik pemantauan BMKG, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) sempat mencapai sekitar 263 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB.
Angka tersebut menjadi salah satu titik tertinggi dalam pemantauan kualitas udara pada dini hari hingga pagi. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsentrasi partikel polutan di udara Pekanbaru.
Berdasarkan riwayat pemantauan, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 235 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB, kemudian berada di kisaran 210 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan meningkat menjadi sekitar 248 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB.
Puncak konsentrasi terjadi pada pukul 03.00 WIB dengan angka sekitar 263 µg/m³. Setelah itu, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 200 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB, kembali meningkat menjadi sekitar 230 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB, dan berada di kisaran 225 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kondisi buruk.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai dapat dipertimbangkan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikulat udara.
Pemantauan kualitas udara secara berkala juga penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi udara dan menentukan langkah pencegahan yang diperlukan. (asd)









Tulis Komentar